Tiup Lilin di Filosofi Kopi Jogja

Kemarin Senin, tanggal 28 Mei 2018 akhirnya aku pergi ke Jogja setelah sekian lama tidak menikmati suasananya yang selalu aku rindukan. Beberapa hari sebelum berangkat, aku telah membuat janji dengan temanku yang berdomisili di Jogja. Tanpa kami sadari, teryata hari Senin adalah hari ulang tahun temanku, maka sebelum berangkat aku bertanya pada temanku, mau kubawakan kue atau tidak. Tapi temanku bilang mau beli kue di Jogja saja sekalian tiup lilin bertiga bersama satu temanku lagi yang berulang tahun bulan April sama seperti aku dan kami semua belum merayakan ulang tahun masing-masing seperti yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Setelah mendiskusikan tempat yang akan kami tuju di grup chat, kami memutuskan memilih Filosofi Kopi untuk menghabiskan waktu di Jogja. 

Senin sore setelah kuliah, aku bergegas ke Stasiun Solobalapan untuk mengejar kereta jam 16.10 agar bisa istirahat dulu nanti di Jogja. Aku tiba di stasiun jam 15.50, tapi sayang, tiket kereta yang berangkat jam 16.10 telah habis dan aku mendapatkan tiket untuk pemberangkatan berikutnya, jam 18.00. Aku menunggu kereta sambil men-charge hp ku di charging corner. Jam 17.18, kereta yang akan aku tumpangi telah datang, aku bergegas naik agar mendapatkan tempat duduk dan bisa tidur di kereta. Tepat pukul 18.00 kereta berangkat, aku masih sibuk membaca review-review Filosofi Kopi untuk menentukan apa yang akan aku pesan nanti. Setelah 1 jam 15 menit, aku sampai di Stasiun Lempuyangan dan dijemput oleh temanku.

Sekitar jam setengah sembilan malam, aku dan teman-temanku telah selesai bersiap dan kue untuk tiup lilin juga telah dibeli. Kami berangkat menyusuri jalanan Jogja yang malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Saat sampai di Filosofi Kopi rasanya aku sangat bahagia, suasananya benar-benar jauh dari keramaian Kota Jogja. Kami mulai memasuki Filosofi Kopi dan disambut dengan bangku-bangku sederhana, beberapa bangku di pelataran, beberapa di joglo tempat barista berada, dan beberapa lainnya di joglo-joglo kecil yang ada di pinggir pelataran. Saya merasa berada dalam scene film Filosofi Kopi, benar-benar tergambar jelas suasananya disana. Malam itu Filosofi Kopi cukup ramai pengunjung, entah biasanya juga seperti ini atau karena esok hari adalah hari libur nasional.

Setelah memilih tempat duduk, di pelataran, tepat di depan joglo, kami didatangi pramusaji yang membawakan daftar menu. Saat melihat menu, tidak ada menu kopi di daftar menu tersebut. Ternyata untuk memesan Kopi kita harus memesan sendiri ke barista yang ada di joglo. Saya pikir pramusaji tersebut adalah partner dari Filosofi Kopi, cukup membantu untuk teman-teman yang tidak suka kopi tapi diajak temannya untuk ke coffeeshop, hehe. Teman-temanku ngga ada yang suka kopi, jadi maam itu cuma aku yang memesan kopi. Aku memutuskan untuk memesan Indonesian Tubruk Tiwus karena dari beberapa review yang saya baca, kopi ini paling banyak dipesan dan satu lagi alasanku memilih kopi ini adalah karena dalam film kan katanya ini kopi paling enak, ya aku penasaran dong gimana enaknya.


Setelah kopiku jadi, aku membawanya ke bangkuku. Sebenarnya, sambil menunggu pesanan teman-temanku datang, kami mau menyalakan lilin dan tiup lilin, tapi ternyata ngga boleh bawa makanan dari luar, ya sudahlah kami memutuskan untuk tidak membukanya, yah kecewa.



Pesanan kami pun akhirnya telah lengkap, tiga temanku memesan Banana Smoothies, sudah ku bilang tadi, cuma aku yang pesan kopi. Kopi Tiwus yang aku pesan, sungguh aromanya nikmat sekaliii, aku tidak menambahkan gula di kopiku. Aku meminumnya seteguk dan jatuh cinta, wkwkw lebay gaksi? Tapi emang beneran enak banget, aku jadi merasa tidak dibohongi film, haha. Pahitnya pas, asamnya pas, manisnya pas. Pokoknya ENAKKK!!

Aku bercerita kesana kemari dengan teman-temanku, lalu kami memutuskan untuk cuma menyalakan lilin dan meniupnya tanpa makan donat yang kami bawa. Setelah menyalakan lilin, kami mengambil beberapa foto untuk dokumentasi ulang tahun kami di tahun ini. Cukuplah beberapa cekrek lalu kami bertiga meniup lilin bersama-sama. Indah, aku sayang sama teman-temanku, kami tumbuh bersama, dan sekarang kami berusia 20 tahun. Semoga pertemanan kami selalu terjaga, Aamiin, hehe.


Tak terasa, waktu berlalu sangat cepat, jam 22.50 kami diperingatkan oleh barista bahwa 10 menit lagi Filosofi Kopi akan tutup. Tentu kami ngga mau melewatkan kesempatan untuk foto di ikon Filosofi Kopi dengan cangkirnya yang terpampang jelas di Joglo dan lightingnya pun cukup bagus untuk mengambil foto. 


Akhirnya, Filosofi Kopi tutup hari itu dan kami pulang ke kos temanku.

Harga di Filosofi Kopi dan partnernya sekitar 15-30 ribuan.

Sampai disini saja ya ceritaku, sampai bertemu di ceritaku yang selanjutnya, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca:)

Komentar