Mari Belajar Huruf Hangeul ^^


[BaKor] MEMBACA HANGEUL (HURUF KOREA)

Hangeul (huruf Korea) yang nama aslinya adalah 'hunminjongeum' merupakan peninggalan dari Raja Sejong yang merupakan raja ke empat dari Dinasti Jeson.
Huruf Korea terdiri dari Vokal Tunggal, Vokal Rangkap, Konsonan Tunggal, dan Konsonan Rangkap.
# VOKAL (모음)
*Vokal Tunggal dalam hangeul berjumlah 10 yaitu:
1. (a)
2. (ya)
3. (eo)
4. (yeo)
5. (o)
6. (yo)
7. (u)
8. (yu)
9. (eu), dan
10. (i)
*Vokal Rangkap/Gabungan dalam hangeul berjumlah 11 yaitu:
1. (ae)
2. (yae)
3. (e)
4. (ye)
5. (wa)
6. (we)
7. (wae)
8. (wo)
9. (wi)
10. (we), dan
11. (eui)

Huruf Vokal TIDAK DAPAT berdiri sendiri tanpa (ieung) sebelumnya.
Contoh: tidak dapat dikatakan 'a' jika ia berdiri sendiri tanpa ada , maka di bubuhi seperti ini.
juga tidak dapat dikatakan 'eo' apabila tidak ada ieung yang mendampinginya, maka di bubuhi seperti ini. Bubuhan ieung itu berlaku untuk semua jenis huruf VOKAL jika huruf vokal itu berdiri sendiri.

# KONSONAN (자음)
*Konsonan Tunggal dalam hangeul berjumlah 14 yaitu:
1. (gieok) G atau K
2. (nieun) N
3. (digeut) D atau T
4. (rieul) R atau L
5. (bieup) B atau P
6. (mieum) M
7. (sieut) S atau T
8. (ieung) - atau ~ng
9. (jieut) J atau T
10. (chieut) Ch atau T
11. (khieut) K
12. (thieut) Th atau T
13. (phieup) Ph
14. (hieut) H atau T
*Konsonan Rangkap/Ganda dalam hangeul berjumlah 5 yaitu:
1. (kk)
2. (tt)
3. (pp)
4. (ss/t), dan
5. (jj)

Q: ko banyak sekali yang bisa dibaca T? bagaimana cara membedakannya?
A: Saat konsonan tersebut berada di awal kata maka dibaca normal, saat konsonan tersebut posisinya berada di bawah kata maka dibaca T (untuk konsonan tertentu).
CONTOH: ALGETDA =
bisa dilihat bahwa ini berada diposisi bawah kata, maka dibacanya T.

Kita coba tulis SARANGHADA *admin ambil yg umum*
nulis Hangeul itu per suku kata, jadi kalo mau nulis SARANGHADA juga persuku kata, SA-RANG-HA-DA.
SA penggabungan Sieut dan A =
RANG penggabungan Rieul, A, dan ieung =
HA penggabungan Hieut dan A =
DA penggabungan Digeut dan A =
maka terciptalah 사랑하다.

Q: min, ko 'ieung' nya di simpen di bawah? terus kenapa bisa jadi ~ng?
A: ieung itu ada 2 fungsi, mendampingi huruf vokal yg BERDIRI SENDIRI dan dibaca ~ng ketika posisinya berada di bawah.

Q: min, kenapa Sa atau Rang atau Ha atau Da, ga ada ieung sebelum huruf vokalnya? kan kata admin tadi ieung itu berfungsi untuk mendampingi huruf vokal.
A: yap memang untuk mendampingi huruf vokal, tetapi jika vokal tsb BERDIRI SENDIRI. Misalnya 'aku', kalau mau nulis hangeul harus per suku kata kan? jadi A-KU = 아쿠
itu kan A nya berdiri sendiri, ga ada konsonan sebelumnya, maka diberi ieung.
contoh lagi, 'ampun', AM-PUN = 암푼
INTINYA, setiap kata yg diawali oleh huruf vokal HARUS diberi ieung sebelum huruf Vokalnya.
[BaKor] KALIMAT FORMAL

1. Kata Benda
Rumus:
(+) KB + ~imnida
(-) KB + i/ga animnida
(?) KB + imnikka?

Contoh:
(+) pelajar = haksaeng -> haksaeng imnida
(-) bukan pelajar = haksaengi animnida
(?) pelajar? = haksaeng imnikka?

untuk kalimat negatif itu, akhirannya ada yang menggunakan i/ga kan? nah untuk KB berakhiran vokal memakai 'ga', untuk KB berakhiran konsonan memakai 'i'.
seperti contoh diatas, Haksaeng, kan berakhiran konsonan tuh 'ng', maka akhirannya 'i' menjadi Haksaengi.
Contoh lain:
1. Sepatu (gudu)
(+) Gudu imnida
(-) Guduga animnida
(?) Gudu imnikka?

2. Rumah (jib)
(+) Jib imnida
(-) Jibi animnida
(?) Jib imnikka?

2. Kata Kerja & Kata Sifat
Rumus:
(+) KK/KS + ~mnida / ~seumnida
(?) KK/KS + ~mnikka? / ~seumnikka?
(-) KS + jianseumnida (utk K.Sifat)
(-) an KK + ~mnida/~seumnida (utk K.Kerja)

nah ada penjelasan lagi nih, kita lihat ke rumus Positif & Pertanyaan, kenapa dibagi menjadi 2 partikel? kembali ke akhiran dari kata dasar, untuk ~mnida/~mnikka adalah KK/KS yang berakhiran VOKAL danR/L ().
dan untuk ~seumnida/~seumnikka adalah KK/KS yang berakhiran KONSONAN.
Contoh:
- Gongbuhada (belajar) = gongbuhamnida (GONGBUHberakhiran vokal)
- Gwaenchanda (tidak apa apa) = gwaenchanseumnida (GWAENCHAberakhiran konsonan)
- Mandeulda (membuat) = mandeumnida (MANDEUberakhiran R/L)
- Tidak apa-apa? = gwaenchanseumnikka?(akhiran konsonan pertanyaan)

untuk yg berakhiran R/L () jadinya si R/L nya tuh di hilangkan.
Misalnya kan itu mandeul ya, maka menjadi mandeu, baru di tambah partikel menjadi mandeuMNIDA.

sekarang Contoh Bentuk Negatif:
K.Sifat
- Yeppeuda (cantik) = Tidak Cantik -> yeppeujianseumnida
K.Kerja
- Gongbuhada (belajar) = Tidak Belajar -> angongbuhamnida


# Contoh lain KATA SIFAT YANG DIJADIKAN KALIMAT NEGATIF:
[KS + jianseumnida]
1. Bodoh (babohada)
(-) tidak bodoh ---> babohajianseumnida
2. Melelahkan (himdeulda)
(-) tidak melelahkan ---> himdeuljianseumnida
3. Sedih (seulpheuda)
(-) tidak sedih ---> seulpheujianseumnida

# Contoh lain KATA KERJA YANG DIJADIKAN KALIMAT NEGATIF:
[an KK + ~mnida/~seumnida]
1. Menunggu (gidarida)
(-) tidak menunggu ---> angidarimnida (karna akhiran dari GIDARI adalah vokal maka menggunakan~mnida) 
2. Berjalan (geotda)
(-) tidak berjalan ---> angeotseumnida (karna akhiran dari GEOT adalah konsonan maka menggunakan ~seumnida) 

NB:
PERHATIAN!
Semua kata dasar dari Kata Sifat & Kata Kerja itu pasti berakhiran -da, seperti gongbuhada, mandeulda, babohada, dsb. (buktikan sendiri, lihat kamus Korea-Indonesia, KK & KS pasti semuanya berakhiran -da).
Saat kalian akan mengubah ke bentuk kalimat, maka HILANGKAN -DA nya, baru bisa diubah.
seperti GONGBUHADA hilangkan dulu -da nya maka menjadi GONGBUHA, barulah diubah ke kalimat menjadi GONGBUHAMNIDA.
[BaKor] CARA MENYUSUN KALIMAT

dalam B.Indo struktur kalimat itu S-P-O-K kan? nah kalau dalam B.Korea strukturnya itu K+S+O+P, tapi kali ini kita belajarnya S+O+P dulu ya (tanpa Keterangan)

PARTIKEL
untuk SUBJEK:
~i    ---> Subjek yg berakhiran Konsonan
~ga ---> Subjek yg berakhiran Vokal

untuk OBJEK:
~eul   ---> Objek yg berakhiran Konsonan
~reul  ---> Objek yg berakhiran Vokal

untuk PREDIKAT (K.Sifat/K.Kerja):
~mnida      ---> Predikat berakhiran Vokal dan R/L ()
~seumnida ---> Predikat berakhiran Konsonan

CONTOH:
Saya Mendengarkan Musik (S-P-O)
jika diubah ke struktur bakor maka menjadi S-O-P: Saya Musik Mendengarkan

S : saya = je ---> tambah partikel ~ga, menjadi Jega
O : musik = gayo ---> tambah partikel ~reul menjadi Gayoreul
P : mendengarkan = deutda ---> gunakan partikel ~seumnida menjadi Deutseumnida

Saya Mendengarkan Musik = Jega Gayoreul Deutseumnida

PS: PREDIKAT selalu di letakkan di akhir kalimat

PERHATIKAN
Semua kata dasar dari Kata Sifat & Kata Kerja itu pasti berakhiran -da, seperti deutda, gongbuhada, mandeulda, babohada, dsb. (buktikan sendiri, lihat kamus Korea-Indonesia, KK & KS pasti semuanya berakhiran -da).
Saat kalian akan mengubah ke bentuk kalimat, maka HILANGKAN -DA nya, baru bisa diubah.
seperti DEUTDA hilangkan dulu -da nya maka menjadi DEUT, barulah diubah ke kalimat menjadi DEUTSEUMNIDA.

nah, untuk akhiran R/L () ini jadinya lost, disappear (so inggris banget)
si R/L ini jadinya hilang, misalnya kan MANDEULDA -> MANDEUL, nah L nya hilangkan jadi MANDEU, barulah MANDEUMNIDA.

CONTOH KALIMAT LAIN:
1. Saya membaca buku (S-P-O)
ubah ke struktur Bhs Korea menjadi S-O-P ---> Saya buku membaca
S : Saya = Je
P : Membaca = Ikda
O : Buku = Chaek
=> Jega chaekeul ikseumnida

2. Saya meminum air (S-P-O)
ubah ke struktur Bhs Korea menjadi S-O-P ---> Saya air meminum
S : Saya = Je
P : Meminum = Masida
O : Air = Mul
=> Jega mureul masimnida
(bisa muleul, bisa mureul, tetapi karna depan belakang pake , maka dibacanya Mureul)
[BaKor] KALIMAT INFORMAL

1. Kata Benda
Rumus:
(+) KB + ~yeyo (KB berakhiran Vokal)
KB + ~iyeyo (KB berakhiran Konsonan)
CONTOH:
- Jam = Sigye -> Sigyeyeyo
- Meja = Chaeksang -> Chaeksangiyeyo

(?) untuk Kalimat Tanya ini, rumusnya sama saja seperti Kalimat Positif. Yang berbeda hanya pada saat Pengucapannya, di Kalimat Tanya nada suaranya agak naik. 'Chaeksangiyeyo?'

(-) KB + i/ga + aniyeyo
~i aniyeyo = KB berakhiran Konsonan
~ga aniyeyo = KB berakhiran Vokal
CONTOH:
- Jam (sigye) -> bukan jam = sigyega aniyeyo
- Meja (chaeksang) -> bukan meja = chaeksangi aniyeyo

CONTOH LAIN:
- Sajeon (Kamus) = Sajeoniyeyo / Bukan kamus = Sajeoni aniyeyo
- Mangchi (Palu) = Mangchiyeyo / Bukan palu = Mangchiga aniyeyo
- Eolgul (Wajah) = Eolguriyeyo / Bukan wajah = Eolguri aniyeyo
- Moja (Topi) = Mojayeyo / Bukan topi = Mojaga aniyeyo

2. Kata Kerja dan Kata Sifat
Rumus:
(+) ~ayo = Apabila KK/KS berakhiran o dan a
~eoyo = Apabila KK/KS berakhiran SELAIN o dan a
~haeyo = Apabila KK/KS berakhiran ~hada

CONTOH:
1. Sada (membeli) : sa + ayo = Sayo
2. Oda (datang) : o + ayo = Oayo -> Wayo
3. Saranghada (cinta) : sarang + haeyo = Saranghaeyo
4. Gidarida (menunggu) : gidari + eoyo = Gidarieoyo -> Gidaryeoyo

TIDAK BOSAN BOSAN NYA UNTUK MENGINGATKAN, semua Kata Kerja & Kata Sifat itu dasarnya memang berakhiran ~da, maka setiap kali mau di ubah ke bentuk kalimat, hilangkan dulu ~da nya baru bisa diubah.
Q : min, kalo akhirannya konsonan gimana? misalnya Gwaenchanda
A : nah, kita lihat Gwaenchanda ini adalah KATA SIFAT, kalau mau diubah ke kalimat hilangkan dulu ~da nya kan? berarti Gwaenchan.
nah, berhubung akhirannya Konsonan, sekarang kita liat HURUF SEBELUM KONSONAN TERSEBUT, apa coba?
'a' kan? gwaenchan kan? nah berarti pakainya yang mana?
yang ~ayo, jadinya Gwaenchanayo. kalau KATA KERJA rumusnya normal, tetep ~eoyo. Misalnya makan (meokda), tetep Meogeoyo .

Q : min, ko itu yang Gidarieoyo jadinya Gidaryeoyo sih? Oayo juga ko jadi Wayo?
A : itu tercipta *halah tercpita* karena adanya GABUNGAN HURUF VOKAL.
berikut pengucapannya jika ada HURUF VOKAL berdampingan:
- a + a = a (lihat cth no. 1)
- o + a = wa (lihat cth no. 2)
- eo + eo = eo
- u + eo = wo
- eu + eo = eo
- i + eo = yeo (liat cth no. 4)
- ae + eo = ae
- wi + eo = wieo

(-) ~an 
Penggunaan an ini di letakkan sebelum Kata Kerja. RUMUS: an + KK + a/eo
Untuk KK/KS berakhiran ~hada , ~an di letakkan sebelum ~hada.
CONTOH:
- Pergi (gada) -> Tidak pergi = angayo
- Makan (meokda) -> Tidak makan = anmeogeoyo
- Belajar (Gongbuhada) -> Tidak belajar = gongbuanhaeyo 

~jianhayo (read: jianayo)
Penggunaan ~jianhayo ini di letakkan setelah Kata Sifat. RUMUS: KS + jianhayo
CONTOH:
- Cantik (yeppeuda) -> Tidak cantik = yeppeujianhayo
- Banyak (manhda) -> Tidak banyak = manhjianhayo
- Sedih (seulpheuda) -> Tidak sedih = seulpheujianhayo

NB:
PERHATIAN!
Semua kata dasar dari Kata Sifat & Kata Kerja itu pasti berakhiran -da, seperti gongbuhada, mandeulda, babohada, dsb. (buktikan sendiri, lihat kamus Korea-Indonesia, KK & KS pasti semuanya berakhiran -da).
Saat kalian akan mengubah ke bentuk kalimat, maka HILANGKAN -DA nya, baru bisa diubah.
seperti GONGBUHADA hilangkan dulu -da nya maka menjadi GONGBUHA, barulah diubah ke kalimat menjadi GONGBUHAEYO.

Komentar